Ikan Asin Mitra Jadi “Madona” di Eropa

Ikan Asin Mitra Jadi  Madona di EropaRatahan – Perhelatan Pameran Tong – Tong Fair yang di gelar di negeri kincir air Belanda pada pekan yang lalu, Kabupaten Minahasa Tenggara turut serta mengikuti ajang yang bertaraf internasional ini dan memamerkan potensi kekayaan yang di miliki oleh kabupaten yang di pimpin oleh bupati James Sumendap, SH, mulai dari kekayaan potensi budaya, pariwisata, perkebunan, kelautan dan pertambangan.

Dari semua potensi yang di suguhkan pada pameran itu, ternyata potensi kelautan yaitu Ikan asin olahan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ‎menjadi “madona” di Belanda, Eropa. Tak tanggung-tanggung, para importir pun langsung menanyakan kesanggupan daerah yang di kenal dengan lambang Patokan Esa ini untuk memproduksi ikan asing tersebut.

“Dari hasil olahan perikanan yang kita promosikan, ikan asin yang paling banyak diminati. Bahkan peminatnya langsung dari para importir ikan asing yang ada di Belanda,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Mitra, Budi Raranta, yang tergabung dalam tim promosi budaya dan Pariwisata Pemda Mitra pada pameran Tong-Tong Fair di Belanda.

Menurutnya, ada keseriusan para importir dari Belanda, bahkan sampel ikan asin yang dipamerkan pada pameran Tong Tong Fair diminati para importir-importir asal Belanda.

Lebih lanjut katanya, adanya ketertarikan dari para importir ikan asin ini akan membantu proses pemasaran salah satu hasil olahan perikanan.

“Selain itu dengan adanya permintaan ini, berarti sudah ada pasar untuk ikan asin di Belanda, apalagi jika sudah masuk pasar Belanda itu sudah termasuk Uni Eropa,” jelasnya.

Selain itu menurut Raranta, pasar Belanda sangat berpeluang bagi ekspor ikan asin untuk memasuki pasar-pasar lainnya di negara.

“Karena menurut importir yang berminat ikan asin Mitra, kebutuhan ikan asin di Eropa saat ini cukup besar, sehingga berpotensi bagi produk kita,” kuncinya. (alfendy)

Tags:
author

Author: