Paripurna Usulan Pemberhentian Pimdekot Diwarnai Interupsi

Wenas: Saya harus peringatkan Ketua Dewan

Rapat Paripurna untuk membacakan usulan pemberhentian dua pimpinan DPRD Bitung Hengky Honandar SE dan Ir Maurits Mantiri, nyaris kisruh

Rapat Paripurna untuk membacakan usulan pemberhentian dua pimpinan DPRD Bitung Hengky Honandar SE dan Ir Maurits Mantiri, nyaris kisruh

BITUNG,Suarasulutnews.co.id – Rapat Paripurna untuk membacakan usulan pemberhentian dua pimpinan DPRD Bitung Hengky Honandar SE dan Ir Maurits Mantiri, Senin (28/9) nyaris kisruh.

Paripurna yang diawali dengan pembacaan agenda rapat oleh Ketua DPRD Bitung, Laurensius Supit, tiba-tiba diinterupsi oleh Alexander ‘Nyong’ Wenas dari Fraksi Partai NasDem.

Interuspsi yang dilakukan Wenas dengan alasan, dirinya selaku Pimpinan Badan Kehormatan (BK) DPRD Bitung harus meminta klarifikasi dari Ketua DPRD tentang alasannya membatalkan rapat paripurna usulan pemberhentian Pimpinan DPRD Kota Bitung (Pimdekot) pada Rabu (10/9).

“Sebab kami anggota dewan serta para pejabat sudah hadir, Wakil Walikota dan pak Maurits Mantiri juga sudah hadir saat itu, sehingga kami merasa malu. Karena itu Ketua Dewan harus memberikan alasan pembatalan. Jangan hanya karena urusan kelompok kita membatalkan tugas kita sebagai anggota dewan,” tandas Wenas saat menyampaikan interupsi.

Suasana rapat paripurna berkembang menjadi alot dan tegang sehingga nyaris kisruh manakala sejumlah anggota dewan ikut melakukan interupsi dan menyampaikan pendapatnya.

Wenas tidak mundur, malah semakin ngotot untuk menyampaikan pendapatnya, meskin dirinya terus dipotong oleh sejumlah anggota dewan dan Ketua DDPRD yang bertindak sebagai pimpinan rapat. “Saya tidak akan akan berdiri terus kalau tidak diberikan kesempatan kepada saya untuk menyatakan pendapat, ini hak saya sebagai anggota dewan dan sebagai pimpinan BK saya harus memperingatkan Ketua Dewan,” tandasnya.

Suasana yang semakin menegang itu, akhirnya Ketua Dewan Laurensius menskors rapat paripurna selama lebih kurang 10 menit. Menariknya, meski sudah diskors dan telah dilakukan percakapan di luar rapat, ketika skors kembali dicabut, Wenas tetap berkeras harus menyampaikan pendapat sebagaimana diatur dalam Tata Tertib DPRD termasuk alasan pembatalan rapat paripurna.

Pimpinan rapat meminta agar hal-hal yang akan disampaikan oleh Wenas dapat disampaikan kemudian dalam rapat tersendiri,  namun legislator dari Partai NasDem ini tetap bersikukuh harus disampaikan saat itu juga. “Tidak saya harus menyampaikan sekarang, karena ini berkaitan dengan paripurna sekarang ini,” tandasnya.

Tak dapat dihindarkan lagi, rapat kembali menjadi ajang interupsi, malah interupsi dilaukan sejumlah anggota dewan terjadi meski belum diijinkan oleh pimpinan rapat.

“Silahkan Pimpinan memberikan kesempatan, tetapi jika apa yang disampaikan diluar dari maksud (membacakan tata tertib, Red), pimpinan bias memberhentikannya, tetapi kalau tetap membangkan maka yang bersangkutan (Alexander Wenas, Red) dapat dikeluarkan dari ruang rapat,”  tandas anggota dewan Ronny Boham SSos.

Suasana rapat yang semakin memanas itu, akhirnya Supit menskors kembali rapat paripurna dan melakukan pembicaraan tertutup dengan  Wenas dan para pimpinan fraksi.

Skors yang dengan kurang lebih 10 menit itu akhirnya dilanjutkan kembali oleh Ketua DPRD tanpa menjelaskan hasil percakapan di luar. Wenas sendiri tidak lagi menuntut agar Ketua DPRD memberikan klarifikasi terkait pembatalan rapat paripurna lalu.

Sementara usai rapat paripurna Alexander mengungkapkan, saat skors telah dilakukan percakapan antara ketiga Pimpinan Dewan bersama Ketua BK Nabsar Badoa, Wakil Ketua BK Alexander Wenas dan anggota BK disaksikan oleh Sekretaris DPRD Yoke Senduk.

“Ketua Dewan sudah mengaku pemanggilan para lurah dan kepala lingkungan serta sejumlah warga itu, membicarakan terkait dengan Wakil Walikota pak Lomban. Dan kami sudah saling memaafkan tetapi Ketua sudah berjanji akan menggelar rapat mengenai hal itu,” jelasnya.

Ketua DPRD Laurensius Supit meski sudah berkali-kali dihubungi melalui teleponnya untuk dimintai klarifikasi, namun tidak menjawab panggilan. (estefanus)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply