Didugah di Rekayasa Penggelapan Lelang oleh BTPN Amurang

  Aseng:Sudah empat kali lelang kami tidak diberi tahu
btpn

AMURANG,Suarasulutnews.co.id-Nasip sial yang dialami Aseng Petrus Suot,karena rumah miliknya di kelurahan Ranomea akhirnya di lelang oleh pihak BTPN,tampak sepengetahuan darinya.Kepaad media ini Aseng yang didampingi saudarahnya mengatakan bahwa rumah miliknya sudah dilelang empat kali oleh pihak BTPN,tetapi hingga saat ini tidak ada pemberitahuan dari BTPN bahwa rumahnya sudah dilelang.

“Saya sangat kecewa dengan BTPN yang melelang rumah saya tampak ada pemberitahuan secara resmi ,”ujarnya .

Sebagai nasabah bank BTPN Amurang sertifikat yang menjadi jaminan pada bank BTPN Amurang,menurut Aseng secara diam-diam oleh pihak BTPN tampak sepengetahuan dari Aseng,itu dilelang selama empat kali.

“Kami sangat kaget kenapa hal ini dilakukan oleh pihak BTPN,yang seharusnya jika akan dilelang pihak BTPN memberikan surat atau penyampaian kepada saya bahwa rumah akan dilelang.Saya merasa ditipu oleh pihak BTPN Cabang Amurang,”jelas Aseng Petrus Suot kepada media ini.

Menurut Aseng sebagai pemilik rumah,dirinya sudah melakukan pembayaran setiap bulannya kepada pihak BTPN,itupun kata Aseng pembayaran pada tahun 2015 tepat pada bulan Juni.

“Tetapi anehnya pihak BTPN melelang rumah saya pada bulan Juli tahun 2015.Apakah saya salah dalam hal ini.Kan saya sudah melakukan prosedur pembayaran kepada pihak BTPN,dimana kesalahan saya sebagai pemilik rumah.Ingat setiap bulan pada tahun 2015 kami terus membayar kepada BTPN,”jelas Aseng merasa pihak BTPN seperti melakukan penggelapan lelang dilakukan.

Menjadi korban Asengpun membongkar kasus yang terjadi kepada dirinya,Keempat kali dilakukan elang tampak ada pemberitahuan dari pihak BTPN,Asengpun tidak mundur setapak pun,walaupun harus menempuh lewat pengadilan,karena menurutnya semua bukti sudah ada di genggamannya.

“Saya memiliki bukti yang kuat.Semua yang ada mengenai lelang dan bukti lainnya sudah saya miliki,itupun melalui pengadilan.Anehnya semua bukti tersebut saya dapat melalaui pengadilan,dan semuanya palsu,”kata Aseng merasa kecewa.

Lewat buku rekening,jelas Aseng itu adalah salah satu bukti pembayaran kepada pihak BTPN,dari tahun 2015,tetapi Asengpun sangat kecewa kenapa rumah miliknya dilelang tampak ada sepengetahun darinya,yang seharusnya ada pemberitahuan oleh pihak BTPN.

“Ini sudah masuk ranah pengadilan,kami percaya pihak pengadilan dengan jelih siapa yang salah dan benar soal hal yang dialami oleh saya sebagai warga yang tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh pihak BTPN,”kata Aseng dengan merasa dirinya ditipuh oleh pihak BTPN.

Penjelasan yang dikatakan Aseng kepada media ini soal pelelangan rumah miliknya oleh pihak BTPN,tampak diketahui oleh Aseng,sebagai korban dirinya hanya pasrah karena semuanya dirinya hanya melalaui Doa yang disampaikan kepada Tuhan.

“Karena sampai saat ini saya lakukan yang terbaik.Hanya doa yang saya sampaikan kepada Tuhan,dapat memberikan jalan yang terbaik ,”ujar Aseng.

Saat dikonfirmasi kepada KCP Bank BTPN Amurang,melalui Bagian Operasional Fanny Wongkar mengatakan,sesuai dengan apa yang dikatakan bahwa pihak BTPN telah melakukan lelang,”Hanya saja saya tidak tahu mengenai lelang milik bapak Aseng.Jika akan dilakukan lelang,maka kami pihak Bank BPTN akan menghubungi atau melalaui via telepon kepada yang berangkutan,dan juga jika ada penunggakan maka kami juga akan bei peringatan,”ujar Fanny menjelaskan secarah rinci.(jaan)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.