Guru Diingatkan Untuk Netral di Pilkada Bolmong

Oli’i: Panwas Jangan Segan Menindak Bwahan Kami Yang terlibat Politik Praktis

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong. Drs Olii Mokodongan

Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong. Drs Olii Mokodongan

Bolmong – Untuk mengantisipasi keterlibatan bawahanya terlibat dalam kegiatan politik praktis. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong. Drs Olii Mokodongan, mengimbau, agar seluru guru yang ada di bawahnya untuk dapat menjaga netralitas.
Terlebih saat ini, masuk tahapan kampanye Pasangan Calon (Paslon) sedang berjalan.

“Saya imbau agar guru-guru dapat menjadi contoh bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya di Bolmong, untuk tidak terlibat dalam politik praktis,” imbau Mokodongan, minggu (14/11).

Lanjutnya, ASN memiliki aturan sendiri terkait dengan politik. “Khusus kaum Oemar Bakrie (Guru, red), yang memiliki hak suara di Bolmong, silakan mengunakan hak pilih. Karena hal itu di atur oleh aturan. Tapi tidak boleh terlibat politik praktis, karena telah diatur,” tutur Mokodongan.

Dia juga meminta kepada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Bolmong, agar dapat menindak tegas guru-guru yang terlibat politik praktis.”Jika terbukti silakan tindak sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panwas Bolmong, Neny Kumayas, berjanji akan menidak siapa saja ASN jika terlibat politik praktis.

“Bukan hanya guru yang akan kami tindak tapi semua ASN yang terlibat politik praktis. Sesuai aturan, ASN tidak diperbolehkan terlibat politik praktis,” kata Kumayas.

Bahkan menurutnya, sudah ada ASN yang diduga terlibat politik praktis sedang diproses.
“Sudah kami laporkan ke BKD Bolmong dan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN),” ujarnya. (Sulhan)

 

Tags:
author

Author: