Dibuka Wapres Jusuf Kalla, Walikota GSVL Hadiri RKCI 2017 di Jakarta

Walikota Manado DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA yang juga mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI),menghadiri Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 dan Talkshow Model Pembangunan Kota Cerdas untuk Indonesia yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB)

Walikota Manado DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA yang juga mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI),menghadiri Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 dan Talkshow Model Pembangunan Kota Cerdas untuk Indonesia yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB)

Jakarta-Kehadiran Walikota Manado DR Ir G.S Vicky Lumentut SH MSi DEA yang juga mantan Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) sangat dirindukan.

Hal itu terlihat saat berlangsung acara Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2017 dan Talkshow Model Pembangunan Kota Cerdas untuk Indonesia yang diselenggarakan Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerjasama dengan Metro TV, di Gedung Utama II, Istana Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta Pusat, Kamis (04/05) pagi tadi.

Acara yang berlangsung penuh keakraban itu, dibuka Wakil Presiden RI HM Jusuf Kalla dan diikuti 93 Walikota seluruh Indonesia yang menjadi anggota APEKSI, beberapa Kementerian terkait pembangunan Kota Cerdas, pelaku industri pendukung Kota Cerdas serta beberapa Asosiasi pendukung Kota Cerdas.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai kondisi dan permasalahan kota, sehingga dapat dijadikan acuan bagi tata kelola di Indonesia. RKCI 2017 ini merupakan kegiatan rutin dwi tahunan kedua setelah sebelumnya dilakukan pada tahun 2015,” ujar Ketua Dewan Pengurus APEKSI Airin Rachmi Diany SH MH.

Lanjut dikatakan, pada tahun 2015 masyarakat Indonesia yang tinggal di kota mencapai 53,3 persen, melampaui jumlah masyarakat yang tinggal di desa. Lonjakan jumlah masyarakat yang tinggal di kota tanpa disertai peningkatan infrastruktur dan tata kelola antisipasi lonjakan penduduk, berimplikasi pada munculnya masalah perkotaan seperti kemacetan, kemiskinan, sanitasi yang buruk, kejahatan serta munculnya kawasan kumuh.

“Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan solusi Cerdas karena solusi konvensional tidak mampu mengatasi kompleksitas permasalahan kota. Solusi Cerdas ini dilakukan melalui perubahan mental manusia, tata kelola dan infrastruktur atau teknologi bagi peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan,” tukas Airin, yang juga Walikota Tangerang Selatan itu.

Sementara itu, Walikota GSVL yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas APEKSI mengatakan, Kota Cerdas merupakan sebuah konsep yang mengadopsi solusi Cerdas dengan tujuan mewujudkan kota yang dapat mengelola berbagai sumber daya untuk digunakan secara efektif dan efisien.

“Sumber daya yang ada seperti sumber daya alam, sumber daya manusia termasuk waktu dan lain sebagainya, harus dikelola secara efektif dan efisien, sehingga warga kota dapat hidup aman, nyaman dan berkelanjutan. Beragam dimensi dalam konsep tersebut mengindikasikan kolaborasi dan keterkaitan sebagai kata kunci keberhasilan terwujudnya Kota Cerdas,” tandas Walikota GSVL, yang membangun Cerdas Command Center di Manado. Pelaksanaan RKCI adalah langkah awal dari rangkaian kegiatan evaluasi mandiri, penilaian, survey lapangan serta evaluasi terhadap kota-kota di Indonesia yang akan dilakukan pada bulan Mei hingga Oktober 2017.(humas/jaan)

Tags:
author

Author: