Satu-satunya di Sulut, Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat Nasional Puji Kota Bitung

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Dr Imran Agus Nurali, Sp, KO selaku Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat Nasional

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Dr Imran Agus Nurali, Sp, KO selaku Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat Nasional

Bitung-Kota Bitung ternyata merupakan  satu-satunya kota/kabupaten di Sulawesi Utara (Sulut) yang dinyatakan lulus dokumen dan dikunjungi Tim Verifikasi Kota Sehat Nasional untuk dinilai.

Hal itu terungkap dari pernyataan Tim Verifikasi (Penilai) Kota Sehat Nasional Adelina Hutahuruk,SKM,MSc dan Widyastuti,SKM,MSi mewakili Direktorat Kesehatan Lingkungan Hidup Kementerian Kesehatan   dan anggota Tim Verifikasi Kota Sehat Provinsi Sulut, Jane Mandu, saat mendatangi sejumlah lokasi yang menjadi lokus penilaian lapangan, Selasa (19/9).

“Bitung merupakan satu-satunya kota di Sulut yang lolos dokumen dan dilakukan penilaian lapangan,” ungkap Adeline dan Widyastuti diiyakan Jane Mandu.

Dikatakan pula, kedatangan mereka untuk turun lapangan karena sistem penilaian  tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Penilaian lapangan sesuai dengan dokumen yang dikirim kepada Kemenkes.

Seperti diketahui, penilaian hari kedua, Selasa (19/9) Bitung didatangi oleh Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI,  Dr Imran Agus Nurali, Sp, KO selaku Ketua Tim Verifikasi Kota Sehat Nasional yang disambut secara resmi oleh Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri.

Pada kesempatan itu juga Nurali mengapresiasi Kota Bitung yang telah menggagas sejumlah kegiatan yang mendukung kota sehat bahkan melakukan inovasi-inovasi penting sebagai kota sehat.

Tidak itu saja, Nurali juga memuji Walikota Max J Lomban dan Wakil Walikota Maurits Mantiri yang ternyata  sejak beberapa tahun berselang sebelum menjabat Walikota  (masih menjabat Sekda sampai Wakil Walikota) dan Wakil Walikota masih menjabat Wakil Ketua DPRD,  merupkan dua figur sentral yang berkomitmen tinggi terhadap  kota sehat, sehingga Bitung berhasil meraih  penghargaan kota sehat tertinggi yakni Swastisaba Wistara dua kali berturut-turut.

“Kami harus banyak belajar dari kedua beliau (Max dan Maurits), karena komitmen  mereka yang tinggi terhadap kota sehat,” ujarnya.

Seperti diketahui pula, Walikota Maximiliaan Jonas Lomban dalam sambutannya saat menerima kunjungan Direktur Kesling Kemenkes Dr Imran Agus Nurali, Sp.KO dan Adelina Hutahuruk, SKM,MSc serta Widyastuti,SKM,MSi menjelaskan bahwa pada tahun 2017 ini Pemerintah Kota Bitung telah mencanangkan Program 5 Bersih, Yaitu Bersih di udara, Bersih di atas tanah, Bersih di bawah tanah, Bersih di laut, dan Bersih Aparatur Negara.

Lebih lanjut Lomban menjelaskan, semua program ini sudah berjalan dan sementara di realisasikan, dan sebagai wujud dari kepedulian masyarakat Kota Bitung akan kebersihan lingkungan, sampai tahun ini terhitung sejak tahun 2007, secara berturut-turut Kota Bitung telah meraih 11 kali  Piala Adipura.

“Menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Bitung akan antusias dari masyarakat yang menghargai serta mengkuti setiap program dari pemerintah kota akan kebersihan lingkungan. Sehingga menjadi motivasi yang besar bagi kami sebagai Pemerintah Kota Bitung untuk memberikan yang terbaik serta terus menanamkan budaya sehat kepada seluruh warga masyarakat kota Bitung,” papar Lomban.

Sebagai salah satu program kebersihan lingkungan, lanjut Lomban, Pemerintah Kota Bitung telah berupaya untuk mengurangi pembuangan sampah secara tidak beraturan dengan mencanangkan program bebas sampah plastik.

“Dalam merealisasikan program tersebut telah di upayakan oleh pemerintah, untuk setiap iven tidak lagi menggunakan air mineral dalam kemasan plastik gelas ata botol sebagai tempat minum, melainkan oleh pemerintah telah menyediakan air galon dan gelas. Dengan begitu tidak ada lagi sampah-sampah plastik berserakan dimana-mana,” tandas Lomban.

Tidak itu saja, harapan besar dari Pemerintah Kota Bitung (Walikota dan Wakil Walikota), untuk bantuan kartu BPJS dapat diberikan secara merata kepada semua masyarakat kota Bitung, mengingat kesehatan sangatlah penting dan mahal, sehingga nantinya tidak ada lagi masyarakat yang beralasan tidak memiliki uang untuk berobat. (estefanus)

author

Author: