PLN Tahuna Mengaku Siap Benahi Jaringan

PLN Tahuna saat hearing di DPRD

PLN Tahuna saat hearing di DPRD

Tahuna-Berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik oleh PLN Tahuna,baik terencana maupun tidak terencana akhirnya bermuara pada hearing DPRD, Rabu (18/10) kemarin. Saat menghadiri hearing atau rapat dengar pendapat di ruang rapat DPRD, tidak hanya masyarakat dari wilayah kota Tahuna yang hadir, tapi turut dihadiri perwakilan dari kecamatan lainnya, seperti Kecamatan Tabukan Selatan, Manganitu Selatan serta unsur instansi pemkab setempat, seperti pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna.

Bahkan untuk keluhan warga Manganitu Selatan juga langsung diwakili Camat dan para staf kantor kecamatan sebagai pendamping warga dalam menyampaikan keluhan. Sempat terekam dihearing, selain nyaris semua wilayah terkena imbas pemadaman serta adanya keluhan pemutusan alirn listrik sepihak oleh petugas PLN, khusus di wilayah Kecamatan Manganitu Selatan pemadaman berlangsung hingga beberapa pekan sehingga Pemerintah Kecamatan setempat terpaksa harus bekerja di Tahuna.

”Mohon maaf kami terpaksa harus bekerja di Tahuna di rumah saya karena so dua pekan ini listrik di Manganitu Selatan mati. Masalah ini kami juga sudah laporkan ke pimpinan kami,’”ungkap Camat Manganitu Selatan Vence Kamurahan.

Yang menarik, hearing yang dipimpin ketua Komisi B Ferdy Sinedu ST juga berlangsung alot seusai perwakilan masyarakat menyampaikan keluhan masing-masing.Dan ,enariknya lagi, yang mebuat hearing alot bukan dari masyarakat yang notabene merasa dirugikan, tapi justru antara sesama legislator lantaran salah satu legislator terkesan hendak berpihak ke PLN.

Sementara itu dari pihak PLN sendiri yang langsung diwakili Area Manager PLN Tahuna, Hiro Pardede didamping beberapa asisten manager, dengan besar hati mengakui dan memohon maaf kepada masyarakat dan pelanggan atas peristiwa pemadaman yang terjadi.

Dijelaskan,terjadinya pemadaman selain karena adanya sepergantian tiang listrik dibeberapa titik di wilayah kota Tahuna, juga disebabkan karena faktor alam berupa badai yang menerjang Sangihe selama tiga hari.

Pardede juga mengakui adanya keterbatasan instalasi kawat listrik yang masih menggunakan kawat tak berisolasi, terutama untuk jalur luar kota lebih membeikan kerawanan terjadi pemadaman tak terencana.

”Memang salah satu kelemahan kita masih menggunakan kawat tak berisolasi yang sangat rawan gangguan ketika terkena dahan maupun ranting pohon. Untuk itu kedepan kami akan berupaya akan menggantikannya dengan kawatberisolasi demi menghindari berbagai gangguan disaat cuaca tidak baik,”ujar Pardede.(eleh)

Tags:
author

Author: