Warga Sangihe Produktif Lebih Banyak Berada Diluar Daerah

Bupati Kabupaten Sangihe, Jabes Esar Gaghana SE,ME

Bupati Kabupaten Sangihe, Jabes Esar Gaghana SE,ME

Tahuna-Keberadaan warga Sangihe yang tinggal di Kabupaten Kepulauan Sangihe saat ini ternyata lebih didominasi oleh angkatan yang tidak potensial. Dan angkatan yang potensial justru berada diluar Sangihe, atau tengah merantau bekerja di daerah lain.

Hal ini ditegaskan Bupati Jabes Gaghana SE,ME saat memaparkan program pembangunan daerah pada rapat sinode tahunan (SST) Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) di gedung Gereja Betlehem Tahuna baru-baru ini. Terkait kondisi demikian, Gaghana mengakui hal itu merupakan tantangan bagi Pemkab Sangihe dan GMIST yang anggotanya mayoritas di Sangihe.

”Untuk saat ini daerah kita paling banyak dihuni warga usia nol sampai 20 tahun dan usia 55 sampai 70 tahun. Kalau yang usia potensial dari 20 tahun sampai 55 tahun, justru banyak bekerja diluar daerah. Hal ini tidak bisa kita salahkan, karena kita belum bisa menciptakan lapangan kerja,”ungkap Gaghana.

Meski mengakui usia potensial banyak diluar daerah, Pemkab Sangihe kata Gaghana tidak tinggal diam, karena saat ini sedang dilakukan terobosan untuk penciptaan lapangan kerja lewat potensi pertanian, diantaranya dengan memberdayakan program penanaman jagung pada lahan seluas 5000 hektar yang notabene mampu menyerap tenaga kerja hingga 20 ribu orang jika setiap hektar dikerjakan 4 orang.

Penyerapan tenaga kerja juga akan lebih meningkat jika program jagung 5000 hektar itu sukses, sebab pada tahun 2018, pusat juga telah mengalokasikan program yang sama.

”Jadi ini salah satu solusi untuk penciptaan lapangan kerja di Sangihe, dan saya berharap ada sinergitas antara GMIST dan pemerintah, apalagi untuk harga jagung saat ini Rp 5000 per kilogram, yang tentunya bisa menghasilkan Rp 25 juta per tiga bulan satu kali panen jika produksinya sebanyak 5 ton per hektar,”ujar Gaghana yang juga menambahkan, untuk program penanaman jagung masyarakat hanya menyiapkan lahan, karena untuk bibit, pupuk organik sampai hand trakctor disiapkan pemerintah.(eleh)

Tags:
author

Author: