Bupati Tidak Alergi Terhadap Kritikkan Dari Masyarakat.

Acara Kunjungan Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sangihe Kepada Masyarakatnya Atau Yang Disebut Me’Daseng. 

SANGIHE,- Program Me’Daseng, atau kegiatan kunjungan kerja Bupati dan Wakil Bupati ke wilayah kecamatan selama dua hari sambil tidur di rumah warga kini mulai terusik. Sejumlah warga beranggapan agenda Me’Daseng, khususnya pada hari Jumat dapat mengganggu pelayanan masyarakat mengingat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga turut serta dalam kegiatan Me’Daseng.

Namun tanggapan tersebut, hanya ditanggapi datar oleh Bupati Jabes Ezar Gaghana SE,ME ketika dikionfrmasi sejumlah wartawan. Menurut Bupati, Me’Daseng justru merupakan bagian dari cara Pemkab Sangihe melakukan pendekatan pelayanan dengan masyarakat, sebab SKPD yang turut serta di Me’Daseng, juga membuka layanan masyarakat dilokasi Me’Daseng.

Selain itu, pemerintah mengambil jadwal Me’Daseng pada hari jumat karena waktu kerja di hari jumat sangat singkat, termasuk tidak semua staf yang turut serta dibawa ke lokasi Me’Daseng.

” Terhadap ada masyarakat yang ada proses penandatanganan adiminstrasi terbengkalai karena Me’Daseng, saya kira ini kasuistik kalau pun itu ada. Ini karena jam kantor pada hari jumat sangat singkat, dan itu pun tidak semua staf dibawa ke Me’Daseng,”ungkap Bupati.

Sementara terkait dengan adanya kritikan terhadap program pemerintah daerah, Bupati juga mengakui tak mempermasalahkannya, bahkan tidak alergi dan bersuyukur adanya masukkan dari masyarakat yang juga mengingatkannya.

” Saya orang yang tak alergi terhadap kritikkan, justru saya berterima kasih kepada kritikkan karena hal itulah yang mengingatkan kita untuk berbuat yang terbaik,”kata Bupati yang juga menambahkan, kritikan yang bersifat konstruktif, termasuk usul saran maupun masukkan dari masyarkat akan ditampung untuk dijadikan bahan masukkan bagi program Pemkab Sangihe kedepan.(Elle)

author

Author: