Ex Jembatan ” Patah ” Ranoiapo Tinggal Kenangan Setelah Besi dan Bajanya Akan Dilelang.

Jembatan Patah Ranoiapo yang Sedang Dalam Pembongkaran

Amurang – Jembatan Patah yang berada di Pusat Kota Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), merupakan salah satu jembatan penghubung dan perbatasan antara Kelurahan Buyungon dan Rumoong Bawah, yang hingga saat ini merupakan salah satu Icon pariwisata dengan keunikan pada jembatannya.

Jembatan Patah Ranoiapo Merupakan Icon Warga Amurang Sebelum Dibongkar.

Namun, sangat disayangkan jembatan ini, telah dan dalam pengerjaan pembongkaran oleh Balai Jalan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), melalui salah satu Perusahaan PT. Berlian dan sebagai penanggung jawab perusahan Arnol Umboh.

Di ketahui, Jembatan penghubung jalur Trans Sulawesi ini dikerjakan oleh Negara Korea, dalam perhitungan usia hingga saat ini, dan sedang sementara dibongkar, berada pada usia kurang lebih 43 tahun.

Selama berdirinya Jembatan Ranoiapo ini, ada banyak kisah dan momen yang ditinggalkan oleh masyarakat Amurang hingga saat ini, bahkan sejarahnya keunikan jembatan ranoiapo bukan hanya warga didalamnya sendiri, melainkan hingga ke manca negara akibat diterjang banjir bandang tahun 2000 silam lalu.

Pasca terjadinya banjir bandang atau biasa disebut warga Amurang dengan Kuala Guhi ditahun 2000, menyebabkan kaki penyangga jembatan ranoiapo turun hingga kurang lebib 1,5 Meter, sehingga jembatan ranoiapo menjadi dalam bentuk patah.

Namun sangat disayangkan, setelah dibangunnya kembali jembatan baru oleh balai jalan Sulut, jembatan lama yang biasa disebut jembatan patah yang sering menjadi tempat berfoto ria bagi para pengunjung, untuk mengabdikan momen dimana mereka berada pada lokasinya, saat ini mulai dalam tahap pembongkaran.

Dibongkarnya jembatan ini, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan masyarakat setempat, mengingat jembatan ini sudah menjadi salah satu icon yang berada di Minsel, apaterlebih terletak di Kota Amurang.

“Seharusnya jembatan ini tidak perlu dibongkar, mengingat tidak sedikit para pengunjung yang sering datang kesini untuk sekedar berfoto ria dan berolah raga, tinggal bagaimana pemerintah akan menata kembali sebagaimana mestinya” ucap Bapak Hery warga Amurang.

Ditambahkannya pula, yang berkunjung disini bukan saja hanya warga Amurang dan sekitarnya.tapi, melainkan ada juga bule-bule yang sering kesini untuk berfoto-foto, ucapnya.

Dibongkarnya jembatang ini, menjadi viral pada akun-akun medsos dengan berbagai cibiran, salah satunya dari sekian warga net yang memposting pada Medsos pribadinya atas nama Eunike Nike Lokey, dalam postingannya mendapat puluhan komentar atas momen dan kisah kenangan selama jembatan itu ada.

Eunike Nike Lokey :

– Hanya Kesedihan & Penyesalan yang mengiringi ketika melihat Mu dihancurkan demi satu tujuan.

Jembatan Patah Amurang

Selamat tinggal kenangan manis yg penuh cinta bersama org” terdekat & para sahabat” yg hebat.

Eunike Nike Lokey :

– Oowh jembatan..

Pas tahun ini hancur semua.

Berbagai tanggapan dan kenanganpun mulai terungkap berbagai kisah para kawala muda saat itu, bahkan sejarah jembatan ini pun menjadi suatu kenangan bagi bapak-dan Ibu ibu di tahun 1980an, sehingga kekeluargaan antara kedua kampung terjalin harmonis yang begitu erat hingga saat ini.

Hal ini, ketika dikonfirmasi oleh beberapa Wartawan dilokasi pembongkaran jembatan ranoiapo melalui balai jalan Provinsi melalui Pak Ambang terkait akan diapakan materialnya mengatakan, pembongkaran Ini nantinya ada Permodalan Nasional Madani (PNM) dari balai, mulai besinya hingga bajanya akan ditarik, setelah ditarik akan diambil dan dikembalikan ke balai, kemudian akan dilelang melalui KPNR, kita ini memiliki SK dari tim penilai dan sudah di tanda tangani. katanya

Terkait apakah akan dibangun kembali jembatannya, dikatakan pula Untuk pembuatan jembatan kedepannya kita akan menunggu surfey kelayakan, karena disini sudah ada jembatan estestiknya. Jadi kita tunggu surfey kelayakan, Ucapnya. (Jaan)

 

author

Author: