DBD Masih Ancam Sangihe,Bupati Besuk Pasien DBD RSUD Liunkendage Tahuna

Bupati Jabes Gaghana SE,ME, kemarin langsung mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna

Bupati Jabes Gaghana SE,ME, kemarin langsung mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna

Sangihe-Meski telah merenggut nyawa dua anak pada bulan Januari ini, ancaman demam berdarah dengue (DBD) masih saja mengintai Kabupaten Kepulauan Sangihe. Bahkan tak hanya anak-anak yang menjadi incaran DBD, orang dewasa pun kini turut terkena dampak dari penyakit yang mematikan tersebut.

Tak heran, Bupati Jabes Gaghana SE,ME, Selasa (15/01) kemarin langsung mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Liunkendage Tahuna sekaligus membesuk dan melihat dari dekat pasien DBD yang dirawat inap, yakni sebanyak 12 anak dan 7 orang dewasa.

Disela-sela kujunganya, orang nomor satu di Sangihe itu tak hanya memberika motivasi kepada para pasien, tapi turut meminta pihak rumah sakit menjamin pelayanan setiap pasien dengan menyiapkan obat yang dibutuhkans serta secara profesional melayani pasien.

Sementara terkait dengan cukup tingginya angka penderita DBD di kawasan yang berbatasan dengan negara tetangga Philipina tersebut, Pemkab Sangihe menurut Asisten I Drs. Irklis Sombonaung yang turut mendampingi kunjungan Bupati, akan mengundang seluruh camat dan instansi teknis untuk membahas sekaligus mengambil langkah antisipatif atas terjadinya kasus DBD.

”Terkait jumlah penderita DBD yang cukup banyak, esok (Hari ini) kami akan mengundang rapat seluruh camat di Sangihe beserta instansi teknis untuk membahas permasalahan ini,”kata Sombonaung.

Sementara ditemui sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Sangihe Dr. Jopy Thungari mengakui kasus DBD di Sangihe telah dimulai sejak bulan Oktober 2018, terdapat 14 kasus, berlanjut bulan November 18 kasus, bulan Desember 25 kasus serta bulan Januari 2019 sebanyak 9 kasus yang diantaranya dua penderita telah meninggal dunia.

”Sebetulnya sejak awal tahun 2018 Dinas Kesehatan telah melakukan himbauan kepada masyarakat, termasuk lewat puseksmas untuk mewaspadai dampak musim hujan yang rawan penyebaran DBD,”ujar Thungari seraya meminta masyarakat terus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membiarkan adanya air yang

tergenang serta menghindari gigitan nyamuk pembawa virus DBD.(Verry)

author

Author: