Kasus Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi Terhadap Anak Dibawah Umur Berujung Minta Maaf.

Sangihe – Kasus dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum Polisi terhadap seorang anak dibawah umur yakni Syamsudin Makaluas (16) warga kampung Bahu, Kecamatan Tabukan utara, berakhir dengan pencabutan laporan polisi oleh pihak pelapor yang tak lain adalah keluarga korban.

Kapolres Sangihe melalui Kasat Reskrim Polres Sangihe IPTU Angga Maulana SIK SH mengatakan terkait dengan kasus tersebut pihak kepolisian sudah memprosesnya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. “Kita sudah sesuai dengan undang-undang, mereka (pihak keluarga) sudah buat laporan polisi, kita terima dan sudah lakukan pemeriksaan baik ke terlapor, kepada saksi-saksi juga pemeriksaan terhadap korban. Kita sudah laksanakan itu semua sesuai dengan SOP di kepolisian serta undang-undang yang berlaku,” ucap Maulana, Kamis (28/3/2019) diruang kerjanya.

Diungkapkannya, dalam proses penyelidikan pelaku (terlapor) menunjukan itikad baiknya terhadap pihak korban. “Ternyata ada itikad baik dari terlapor ke pihak korban, intinya terlapor sudah meminta maaf dan ingin membantu korban, itikad baik ini juga diterima oleh korban. Korban ingin mencabut laporan. Nah, karena ini delik aduan, saya tidak memaksakan seseorang untuk melanjutkan atau menarik laporan ini,” tukas dia.

Dalam kasus tersebut pastinya, lanjut Maulana, pihak Polres Sangihe tidak berpihak kepada siapapun. Dikatakannya, kedua belah pihak telapor dan pelapor juga sudah sepakat mencabut laporan dan menyelesaikan masalah ini secara damai dan kekelurgaan. “Kedua pihak sebelumnya sudah melakukan pertemuan di kantor kampung, ada bukti-buktinya yaitu video dan foto. Surat penyataan bersama dan surat pencabutan laporan sudah ada. Jadi dari pihak korban tidak ada keberatan,” ucapnya. “Sedangkan untuk saran atau pertimbangan secara hukum soal kasus ini nanti kita akan bicara lagi ke atasan, yang pasti prosesnya kan baru sampai disini nanti kita akan laporkan keatasan apakah nantinya akan ada saran hukum lainnya itu menunggu dari atas,” timpal dia. (Andika)

author

Author: