Rp 3 Miliar Bantuan Bagi Nelayan Sangihe.

Kepala DKP Sangihe Enristhabel Unas.

Sangihe — Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sangihe kembali mengucurkan anggaran sebesar Rp 3 Miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Dimana menurut Kepala DKP Ernisthabel Unas SPi bahwa anggaran tersebut untuk pengadaan Pamboat, Pamo, mesin, Coolbox serta percontohan ikan hias dan juga budidaya perikanan.

“Jadi untuk tahun 2019 DKP juga akan mengadakan Pamboat dengan pagu anggaran sekitar Rp 1,1 miliyar, Pamo Rp 1,6 miliyar, Collbox Rp 180 juta, budidaya perikanan Rp 380 serta percontohan budidaya ikan hias Rp 55 juta,” terang Unas.

Dikatakan pula, untuk proses tender pengadaan bantuan nelayan dimaksud sedang dalam persiapan dan akan diupayakan pelaksanaan tender akan dipercepat. Unas juga menegaskan, dalam mekanisme pemberian bantuan nelayan tahun ini, pihaknya telah mencantumkan persyaratan lain, yakni ketika bantuan yang telah diterima nelayan lalu tidak mampu dimaksimalkan, sewaku-waktu DKP dapat menariknya kembali untuk diberikan kepada nelayan lainnya yang lebih bertanggung jawab.

“Ada saja laporan dari masyarakat jika bantuan tidak dimanfaatkan, akan kami lakukan penelusuran dan bisa langsung ditarik jika benar bantuan tersebut tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

Sementara hal lainnya yang disentil, yakni terkait pengelolaan perikanan di Sentra Perikanan Pelabuhan Dagho Kecamatan Tamako yang belum maksimal, tak ditepis mantan pejabat di Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kabupaten Sangihe itu. Unas bahkan mengakui  masih akan dilakukan evaluasi terkait pihak Koperasi yang dipercayakan mengelola faslitas perikanan Dagho belum memberikan kontribusi yang signifikan kepada Pemkab Sangihe maupun warga setempat.

“Sudah ada upaya dari DKP untuk kembali melakukan pemilihan pihak pengelola Pabrik Es dan Cool Storage di Dagho, dengan harapan pengelolaan pabrik es dan cool storage serta aksi jual beli ikan dapat berkontribusi bagi daerah, termasuk pengelolanya dapat mempekerjakan warga setempat, namun kami masih sedang menyiapkan aturannya agar tidak terjebak dengan mekanisme aturan,” ungkap Unas (Andika)

author

Author: