Hadiri Family Gathering PKH Sangihe, Tamuntuan: Warga Perbatasan Jadi Perhatian Pemerintah Pusat.

Kepala Dinsos Daerah Provinsi Sulut Saat Memberikan Sambutan dan Membuka Kegiatan Family Gathering.

Sangihe – Kegiatan Family gathering Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Sangihe yang dilaksanakan Senin (8/4/2019), bertempat di lokasi wisata Kolongan Beha, Kecamatan Tahuna barat sukses digelar. Kegiatan yang melibatkan kurang lebih 350 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH ini dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi utara dr Rinny Tamuntuan, Kordinator wilayah PKH Sulut Noldy Mangerongkonda serta Kasie Jaminan Sosial Keluarga Julivan Kondoahi.

Pendamping PKH Kecamatan Tahuna Barat Saat Membacakan Laporan Kegiatan.

Pendamping Kecamatan Tahuna barat Evalien Gaghana, saat membacakan laporan kegiatan, mengatakan kegiatan family gathering ini baru pertama kalinya diselenggarakan, namun antusias masyarakat KPM sangat tinggi. “Kegiatan ini bertujuan untuk membangun keakraban serta memperkokoh ikatan persaudaraan KPM dan SDM Pendamping PKH,” ucap Gaghana singkat.

Sementara itu, Tamuntuan dalam sambutannya, menjelaskan tentang banyaknya bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah pusat, khususnya bagi warga perbatasan. Dimana di Tahun 2019 ini untuk PKH mengalami peningkatan besaran bantuan. “Jadi sesuai komponen, untuk ibu hamil mendapatkan bantuan sebesar Rp 2,4 juta. Ada anak usia sekolah, lansia dan ada juga bantuan untuk penyandang disabilitas, jadi semua usia kehidupan ternyata diberikan bantuan oleh Pemertintah pusat. Kita harus memberikan apresiasi yang tinggi bagi Pemerintah pusat dalam hal ini Presiden Ir Joko Widodo. Jadi untuk usia sekolah berbeda-beda, untuk SD Rp 900 ribu, SMP Rp 1,5 juta, dan untuk SMA Rp 2 juta,” ujar Tamuntuan.

Sedangkan untuk program Beras sejahtera (Rastra) yang nantinya pada mulai bulan Mei nanti akan berubah menjadi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Nantinya, program BPNT ini dipastikan akan memudahkan masyarakat membeli sendiri kebutuhan beras ditempat penjualan yang sudah disiapkan di warung-warung yang sudah ditentukan pihak Bank. “Untuk program Rastra ini hanya sampai pada bulan april ini, tapi bantuannya masih tetap jalan, hanya programnya yang berubah, sekarang untuk bulan Mei dan seterusnya, sudah berubah menjadi BPNT. Nantinya ada kerjasama dengan pihak Bank, penerima manfaat ini akan beralih sebagai penerima BPNT,” terang dia.

Lanjutnya, KPM akan mendapatkan satu kartu seperti ATM dan tidak bisa dipindahtangankan. Untuk besaran bantuan setiap KPM akan menerima bantuan uang Rp 110 ribu perbulan. Namun, hanya bisa dibelanjakan di warung-warung tertentu yang akan disiapkan, dengan dua jenis bahan pokok yaitu beras dan telur. “Untuk BPNT ini hanya bisa dibelanjakan dua bahan pokok yaitu beras dan telur. Mengapa telur?, telur mengandung protein dan memiliki gizi yang tinggi. Ini agar kasus-kasus gizi buruk sudah tidak terjadi lagi. Itu yang diharapkan oleh pemerintah baik Pusat maupun Provinsi. Nantinya, bantuan tersebut akan diambil pada warung tertentu, atau Bumdes jika disatu desa tak ada warung. Jadi sekarang bantuan sudah tepat sasarannya, bantuan sudah sampai ke masyarakat tingkat bawah tingkat paling miskin,” pungkas Tamuntuan. (Andika)

author

Author: