Ilmuwan Sukses Pasang Mata Bionik Pada Manusia

Jakarta,Suarasulutnews.co.id– Kebutaan menjadi salah satu masalah besar yang menimpa masyarakat luas. Para ilmuwan telah lama memutar otak untuk mampu menciptakan teknologi demi memerangi jumlah kebutaan. Tercetuslah teknologi mata bionik.

“Kini para ilmuwan sudah berada di tahap biologi di mana mereka memahami banyak penyebab dari masalah penglihatan,” kata dokter Paul Sieving yang juga direktur National Eye Institute di National Institute of the Health, Amerika Serikat.

Pemahaman baru tersebut membuka peluang dari pengobatan kebutaan menggunakan implan, terapi gen, dan sel induk. Dari berbagai peluang yang ada, ilmuwan pun harus menentukan yang terbaik bagi para pasiennya. Salah satunya mata bionik.

Mengutip situs Time, salah satu pasien yang berasal dari Ohio, Steve McMillin, telah mengalami kebutaan yang langka, yaitu retinitis pigmentosa (RP).

Penyakit mata yang McMillin derita diyakini sebagai kelainan langka yang menimpa sekitar 100 orang di AS. Penyakit RP merusak fotoreseptor, sel-sel di dalam retina yang mendeteksi cahaya dan mengirimnya ke sinyal otak agar diolah menjadi gambar.

McMillin memakai mata bionik dari sistem prostesis retina yang kemudian diberi nama Argus II. Dengan kata lain, mata bionik ini menggantikan fungsi retina mata yang sesungguhnya.

Tentu prosesnya tak semudah membalikan telapak tangan. McMillin harus menjalani operasi agar implan retina Argus II itu bisa dimasukan ke dalam matanya. Kemudian ia diberi kacamatateknologi tinggi yang sudah dibenamkan kamera video kecil di dalamnya.

Cara kerjanya yakni, kacamata tersebut menangkap gambar dan mengirim sintal ke unit pengelolavideo yang juga disematkan di tubuh kacamata. Unit ini mengambil gambar dan mengirim sinyal lagi ke implan retina, lalu ia mengirim dorongan listrik melalui fotoreseptor McMillin yang sudah tak berfungsi itu, dan menjangkau sel-sel sehat di dalam retina.

Sel-sel sehat tersebut sekali terangsang, maka mereka mampu mengirim sinyal ke otak untuk menginformasikan bahwa ada gambar yang harus mereka lihat.

Selama perawatan mingguan, penglihatan McMillin diharapkan bisa terus meningkat seiring berjalannya waktu.

“Otak manusia itu memang mampu belajar dan beradaptasi terhadap lingkungan yang berubah-ubah,” kata ahli operasi Cleveland Clinic, Alex Yuan yang menjalankan bedah mata McMillin pada Juni 2015.

Sementara itu McMillin yang berusia 59 tahun itu mengaku tengah mengalami perkembangan yang cukup berarti.

“Saat ini saya baru bisa melihat garis bergelombang atau garis tepi. Saya belum terlalu bisa mengenali bentuk, tapi saya terus berkembang,” katanya.

Teknologi mata bionik Argus II sudah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat sejak 2013 silam. Harga Argus II tanpa asuransi dilaporkan mencapai US$ 145 ribu atau setara Rp 2,07 miliar.(cnn)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.