Harga Barito dan Daging di Minsel Naik jelang Idul Fitri

Tampak kepala Dinas Perdagangan Adrian Sumuweng,saat melakukan pantauan harga Bahan Pokok(Bapok) di Pasar 54 Amurang

Tampak kepala Dinas Perdagangan Adrian Sumuweng,saat melakukan pantauan harga Bahan Pokok(Bapok) di Pasar 54 Amurang

Amurang-Menjelang bulan suci Ramadan di tahun 2017 ini,ternyata harga sejumlah bahan pokok di Kabupaten Minahasa Selatan(Minsel) ,mulai merangkak naik.

Buktinya di Pasar 54 Amurang,harga Ayam daging untuk perkilonya capai Rp.30ribu,dan sebelumnya harga Ayam daging hanya R.25 ribu,sedangkan untuk Bawang Rica Tomat(Barito),sejak beberapa hari naik.

Beberapa pedagang yang ada di pasar 54 Amurang kepada media ini mengatakan,saat ini harga jual Ayam daging Rp.30 ribu perkilo,itupun ayam yang sudah dibersihkan.

“Memang kalau ayamnya sudah dibersihkan naik,tapi untuk yang belum dibersihkan atau masih kotor harganya,Rp.27 ribu perkilo,sedangkan untuk yang bersih sebelumnya dijual Rp.28 ribuh perkilo,sedangkan yang kotor Rp.25 ribu perkilo,”kata Reiti Mokolinu.

Iapun mengatakan,walaupun di hari Puasa dan menjelang Idul Fitri,apa terlebih pada saat-saat seperti ini ada kenaikan harga daging ayam tidak mempengaruhi pembelih yang ada.

“Memang,justru saat ini penjualan lebih banyak dibanding sebelum ada kenaikan harga.Sebelum kenaikan harga,untuk penjualan capai 60 hingga 80 kilogram,tetapi saat harga naik ,untuk jual perhari capai 100 kilogram,”jelas Reiti.

Sedangkan untuk harga jual Barito di Pasar 54 Amurang ini,untuk bawang putih yang sebelumnya dijual dengan harga Rp.50 ribu perkilogram,sekarang dijual dengan harga Rp.60 perkilogram, dan untuk bawang merah dijual dengan harga Rp.30 ribu perkilogram,dan sekarang naik Rp.40 ribu perkilogram,dan untuk harga jual Cabe(rica)sebelumnya dijual Rp.50 ribu perkilogram dan saat ini dijual Rp.60 ribu perkilogram.

Beberapa pedagang saat ditemui media ini,mengatakan,bahwa harga Cabe naik,dikarenakan faktor cuaca serta ada burung pemakan cabe.

“Ya,karena faktor cuaca yang saat ini sangat merugikan kami pedagang,apalagi ada burung yang memakan cabe,sehingga harganya naik,”kata Ratna Lahai.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Selatan Adrian Sumuweng,saat dikonfirmasi soal kenaikan sejumlah harga Bahan Pokok(Bapok) menjelang Idul Fitri,mengatakan,Dinas Perdagangan terus melakukan pantauan harga di sejumlah pasar .

“Kami setiap minggu melukan pengawasan harga,serta menyampaikan harga bahan pokok(Bapok)lewat akun Dinas Perdagangan,kepada semua pedagang,”kata Adrian.

Iapun menjelaskan bahwa tidak da pedagang yang menaikan harga bahan pokok di pasar,karena jika da permainan harga itu melanggar hukum.

“Intinnya jangan ada permainan harga dan penimbunan Bahan Pokok(Bapok), karena itu pelanggaran hukum,”jelas Adrian.(arum)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.