suarasulutnews.co.id

sumber informasi sulawesi utara

Bitung

KPU Bitung Diingatkan Jangan ‘Bermain Api Kalau Tak Ingin Terbakar’

BITUNG,Suarasulutnews.co.id– Mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bitung, Wahyu Rahmat Nawawi,SH mengingatkan kepada seluruh jajaran Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Kota Bitung agar jangan ‘bermain api’ dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara Pemilukada.

Hal ini dikatakan Rahmat Wahyu Nawawi, Rabu (7/10), mengingat temperatur politik pada tahapan kampanye pasangan calon walikota dan wakil walikota pada Pemilukada Bitung semakin panas.

“Kami mengingatkan kepada KPU dan jajarannya (PPK,PPS bahkan KPPS, Red), bahwa dari pengalaman yang kami ikuti dan alami selama pemilu dan pilkada sebelumnya, potensi terjadinya pelanggaran dan kecurangan justru pada peneyelnggara. Bitung akan hancur jika penyelenggara (KPU dan Panwaslu, Red) tidak berintegritas, jika itu terjadi maka KPU dan Panwaslu bertanggung jawab siap-siap menghadapi pengadilan rakyat,” tandas Nawawi yang kini kembali ke profesinya sebagai Pengacara.

Lebih jauh Nawawi mengungkapkan, pada Pilkada sebelumnya, saat menjadi Panwaslu dirinya tahu betul, siapa saja yang menjadi aktor atau sutradara dibalik kecurangan seperti melakukan penggelembungan dan merekayasa daftar pemilih tetap (DPT).

“Jadi kami ingatkan, jangan sampai hal itu  dilakukan lagi, sebab para relawan dan aktivis pemerhati Pemilukada telah siap untuk menyeret mereka yang bertindak curang dan ‘bermain api’ pada Pemilukada. Lihat saja, baru pada tahapan penetapan paslon, KPU Bitung sudah digugat, Panwaslu dilapor ke Bawaslu, ini mencerminkan ketidakprofesionalan dalam tugas,” ungkapnya lagi.

Kepada Panwaslu Bitung juga Nawawi meminta agar lebih tegas dan tidak lembek terhadap, setiap anggota Panwaslu Kecamatan serta PPL.

“karena Panwascam dan PPL, mereka inilah yang menjadi ujung tombak pengawasan, tetapi sampai saat ini kami nilai tidak produktif, belum terlihat hasil, padahal begitu banyak pelanggaran yang terjadi. Malah ada kasus yang sengaja dilakukan pembiaran,” pungkasnya. (estefanus)

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.