Tahuna- Kabupaten Kepulauan Sangihe akhir-akhir ini mulai diincar sejumlah investor bodong atau investor yang tak jelas statusnya. Beberapa dari investor terebut, bahkan mengaku dari negara lain, seperti Pilipina dan Tiongkok China.
Hal ini tak ditepis Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kepulauan Sangihe, Nusrianto Pande SH dikonfirmasi sejumlah wartawan pekan lalu.
Bahkan menurut Pande, pihaknya beberapa waktu lalu pernah didatangi investor yang mengaku dari negara tetangga Pilipina sekaligus dengan meyakinkan memaparkan keinginannya untuk berinvestasi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, namun belakangan investor bersangkutan tak pernah memasukkan proposal rencana investasi hingga batas waktu yang ditetapkan.
”Padahal kami memberikan batas tiga hari kepada investor tersebut untuk memasukan proposal, sebab sebelum dibuatkan perjanjian kami harus mempelajari dulu isi dalam proposal. Yang pasti sampai saat ini sudah dua minggu proposal itu tak kunjung tiba,”ungkapnya.
Belajar dari pengalamannya beberapa tahun menjabat Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di kawasan perbatasan, pihaknya mengakui akan terus berhati-hati memberikan ijin maupun membuat Memorandum of Understanding (MoU) kepada investor asing yang hendak menanamkan modal di Sangihe.
”Bukan cuma satu kali terjadi, karena selain investor dari Philipina, ada juga investor yang mengaku dan Tiongkok, Tapi mereka tidak balik-balik lagi ketika diminta proposal, hingga kami akan tetap berhati-hati jangan sampai investor tersebut hanya memperalat pemerintah daerah,”ungkap Pande.(eleh)