Farry Malonda “ORMAS Adat” Jangan Terlibat Pada Politik Praktis

Tahun politik 2024 kian memanas, baik tingkat Kabupaten, Provinsi dan Tingkat Nasional dalam pemilihan calon anggota Dewan, bahkan Pilpres. Bukan hanya di kota kota besar, suasana tersebut juga terlihat ada di Provinsi sulut serta kabupaten/kota.

Meskipun Sulut salah satu jumlah pemilih yang minim di banding dengan provinsi – provinsi lain di Indonesia, tetapi Sulut memiliki tokoh-tokoh yang mampu bersumbangsih dalam menuangkan saran serta pendapat, bahkan dalam perjuangan mempertahankan nilai-nilai NKRI.

Salah satu tokoh ormas yang cukup di kenal di persada Nusantara, putra asal Tanah Toar Lumimuut, Minahasa, “Farry Alan Malonda” yang saat ini selaku Tonaas Nusantara “Laskar Manguni Indonesia” mengatakan pada wartawan media Suarasulutnews.co.id, bahwa dirinya selaku salah satu pemimpin di Laskar Manguni Indonesia.

Mewakili pimpinan dan yang lainnya, menegaskan kepada segenap jajaran ormas Laskar Manguni Indonesia di seluruh wilayah Indonesia, agar tidak membawa ormas LMI masuk dalam ranah politik praktis.

Hal itu disampaikannya atas pertimbangan, bahwa keberadaan ormas Laskar Manguni Indonesia (LMI) sebagai salah satu garda terdepan dalam tugas mempertahankan NKRI.

Lanjut  Malonda, dalam keanggotaan LMI, tentu ada pilihan bebas setiap anggota dalam memilih calon pemimpin, baik tingkat Kabupaten, Provinsi, dan Tingkat Nasional, DPR-RI, DPD- RI dan Pilpres.

Ia Juga menghimbau anggotanya agar menggunakan hak pilih, jangan Golput. Hanya saja jangan membawa bendera ormas dalam ranah politik praktis.
Pernyataan Malonda ini sama dengan pernyataan yang sering disampaikam oleh Ketua Umum LMI Pdt. Hanny Pantouw, Sth.

Dengan demikian sudah memberi sumbangsih yang besar bagi Bangsa dan Negara, serta mensukseskan tahapan penyelenggaraan pemilihan pemimpin di setiap daerah masing- masing dan juga pilpres. Tutur sosok figur yang banyak terlibat dalam ormas yang bercorak seragam loreng ini.

Farry Malonda diketahui adalah salah satu tokoh pendiri Pemuda Pancasila di Kalimantan Timur pada tahun 1981 dan juga tokoh dalam pembentukan
Wadah Kordinasi Maesa Kaltim.
Komando Pemuda Peduli Minahasa (KPPM), Angkatan Mudah Kristen Indonesia (AMKI), Lembaga Advokasi HAM, Brigade Manguni Indonesia Borneo, Laskar Manguni Indonesia Wilayah Kalimantan. Tonaas Nusantara LMI saat ini dan Farry juga salah satu Penasehat Laskar Merah Putih ( LMP ) Markas Daerah Sulawesi Utara, dibawah pimpinan Dr. Maya Rumantir. MA. PHD.

( Farly Bujung )

author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.