Bupati “JS” Camat Kemarin Saya Sedih dan Menangis Saya di Tipu

MITRA – Untuk mengsukseskan Gerakan Cinta Bumi yang di gagas oleh Presiden RI ke 5 Ibu Hj. Megawati Soekarno Puteri terus digelorakan oleh Bupati James Sumendap,SH, di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dengan melakukan Kegiatan Penanaman ribuan Pohon di lokasi perkebunan Tambang ilegal Alason Ratatotok, Kemarin (9/03-2020)

Namun, meski suksesnya Penanaman ribuan pohon yang dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, kekecewaan terlintas di benak Bupati James Sumendap, mengingat lokasi penanaman yang seharusnya dipusatkan pada lokasi tambang Ilegal Batu Glas, di pindahkan oleh Camat Ratatotok Nortje Wulur pada area pertambangan Ilegal Alason.

Hal ini diungkapkan Bupati “JS” saat membuka acara Musrembangkab tahun 2021, di Gedung Sport Hall Kabupaten Minahasa Tenggara, Selasa (10/03-2020)

Sebetulnya kami akan menunjukan kepada Dunia, kepada masyarakat dan Kepada Gubernur, Bahwa terjadi kerusakan lingkungan yang luar biasa di Ratatotok.

“ Ibu camat kemarin saya sedih dan menangis. Saya di tipu ” ujar Bupati James Sumendap.

Namun dirinya semalam telah meminta maaf sama Tuhan, Tuhan saya ingin melakukan sesuatu. Karena ada sesuatu yang terjadi, lokasi telah dipindahkan oleh Camat.

Saya mengatakan, 1 tahun kedepan, 2 tahun kedepan, 10 tahun kedepan besok hari saja dia hujan. Akan menjadi kuburan masal di 9 desa yang ada di Ratatotok, karena kehancuran lingkungan. Tetapi saya sangat senang dan bangga kepada pak Kapolres, sudah di Polis Line. Maka hari ini rambut saya, saya akan di Plontoskan, tegas Bupati “JS”

Kalau dibiarkan pertambangan liar dengan melakukan alat besar, siap-siap. Kalau bukan anda dapat giliran, bukan camat yang mendapat giliran, bukan Hukum Tua yang mendapat giliran. Kelak, anak dan cucu anda akan mendapat giliran. Karena dia hanyut dengan air, kalian akan ketemunya di sorga jika banjir bandang itu datang, ujar Bupati

“Kenapa rambut saya akan saya plontoskan, bahwa saya sedang melawan mafia pertambangan. Itu sudah menjadi janji saya,” tuturnya.

Camat Ratatotok Nortje Wulur saat di konfirmasi melalui Wats Appnya mengatakan, perubahan tempat penanaman dikarenakan masukan aparat desa, Hukum Tua serta Asisten 2 kalau lokasi terlalu jauh dari jalan raya dan dipastikan sadikit yang akan sampai ke lokasi.

Jadi, berdasarkan hal tersebut, saya cari lokasi dekat dengan jalan untuk mendirikan tenda. Namun tempat penanamanya sampai di lokasi perkebunan batu gelas,”ungkapnya lewat via Whats App, ujar Camat.

Iapun menambahkan, namun pembuatan tenda tersebut itu cuman tempat pertemuan. Setelah mengadakan penanaman pohon, baru menyebar. Meski demikian, Wulurpun mengakui, kalau tidak berkoordinasi dengan Bupati.

“Saya pikir sudah ada asisten 2, jadi pasti asisten 2 sudah laporkan hal tersebut kepada pak Bupati. Namun sudahlah semua telah terjadi,” tutupnya. (J.S)

author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.