Apakah TNI sudah terlalu digdaya dalam lomba menembak tingkat dunia?

Tim penembak dari TNI berhasil memborong 28 medali emas, 16 medali perak dan 10 medali perunggu, dalam kejuaraan menembak yang diselenggarakan oleh Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM). Kejuaraan yang berlangsung sejak 20-23 Mei 2015 di Puckapunyal, negara bagian Victoria, Australia, melengkapi sederetan prestasi membanggakan yang berhasil dikoleksi oleh Tim Penembak dari berbagai unsur dan elemen TNI sebelumnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen M Fuad Basya mengatakan, prestasi membanggakan yang diraih pasukannya ini membuktikan jika aspek pertahanan bangsa Indonesia masih sangat diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara dan Australia.

“Memang TNI kalau lomba tembak-menembak itu selalu juara umum, baik itu tembak target maupun tembak reaksi. Kita masih lebih unggul dari beberapa negara di Asia Tenggara,” ujar Fuad saat dihubungi merdeka.com, Jumat (22/5).

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai rahasia dari sederet prestasi anak didiknya tersebut, Fuad mengaku jika hal itu merupakan bukti unggulnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) prajurit TNI. Menurut dia, kualitas senjata buatan anak bangsa produksi PT. Pindad juga tak boleh diragukan.

Bahkan, Fuad mengaku jika pihaknya telah membangun kerjasama dengan PT Pindad, dalam menjaga kontrol kualitas dari produksi pabrikan senjata lokal tersebut.

“Sebenarnya sih dua-duanya, dari personel sendiri terlatih dan senjata produksi Pindad juga bagus. PT. Pindad itu sebenarnya bagus juga kualitas produksinya kalau untuk bersaing dengan negara lain. Tapi sampai saat ini kan produksinya memang baru senjata ringan saja, belum senjata berat,” ujar Fuad.

“Kita sering kok komunikasi sama mereka, misalnya kalau ada sesuatu yang kurang dari sebuah jenis senjata yang kita pakai lomba. Itu kita selalu komunikasikan dengan Pindad,” katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Fuad mengaku selain prestasi di kejuaraan lomba menembak, TNI juga berhasil mengembangkan kepercayaan pada sejumlah negara tetangga, dalam memperbaiki kualitas angkatan bersenjata yang mereka miliki. Negara-negara di Asia Tenggara bahkan Australia pun selama ini mengakui, jika kualitas TNI memang sangat tangguh, dan sangat diperhitungkan dalam kejuaraan-kejuaraan militer internasional.

“Di Asia Tenggara itu, TNI kita selalu mengadakan pertemuan dan kerjasama dengan angkatan bersenjata negara lain. Misalnya Brunei, Singapore, Malaysia, Australia, dan lain sebagainya. Di situ mereka sangat mengakui kualitas angkatan bersenjata yang kita miliki,” ujar Fuad.

“Bahkan di Brunei itu angkatan bersenjatanya diasuh TNI, tepatnya oleh Kopassus. Dan sejak dididik Kopassus, tentara mereka juga mulai ikut berprestasi dalam kejuaraan-kejuaraan internasional,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) di Puckapunyal, negara bagian Victoria, sedikitnya ada 17 tim dari 14 negara berlaga dalam kejuaraan tersebut. Bahkan sampai hari ini, Tim TNI telah mengumpulkan total 28 medali emas, di mana tim angkatan bersenjata Amerika Serikat bahkan belum meraih satu medali pun.

Selain 28 medali emas, tim TNI juga merebut 16 medali perak dan 10 medali perunggu, mengalahkan tuan rumah Australia di posisi kedua dengan 4 medali emas, 7 medali perak, dan 5 medali perunggu. Ketangguhan para penembak TNI ini nyata-nyata tidak dapat disaingi oleh tim penembak asal Inggris, yang sampai saat ini baru meraih 3 medali emas, 5 medali perak dan 3 medali perunggu.

Selain itu, masih ada kemungkinan medali emas yang diraih TNI akan bertambah, sampai penutupan kejuaraan pada Sabtu (23/5) hari ini.

[ary]
author

Author: 

i am what i am

Leave a Reply