Obama Dorong Pembuatan Superkomputer Tercepat Didunia

Komputer tercepat di dunia saat ini milik Cina

Komputer tercepat di dunia saat ini milik Cinas

PRESIDEN Obama telah menandatangani perintah eksekutif untuk pembuatan komputer tercepat di dunia sebelum 2025, yang ditaksir ilmuwan biayanya untuk listrik saja Rp.1,2 triliun per tahun.

Superkomputer itu akan 20 kali lebih cepat dibandingkan komputer tercepat sekarang, yang berada di Cina.

Komputer itu akan mampu menghitung hingga satu quintillion per detiknya – jumlah yang dikenal sebagai satu exaflop.

Badan bernama National Strategic Computing Initiative (NSCI) bertugas meriset dan membangun komputer itu.

AS berharap superkomputer baru itu bisa digunakkan untuk simulasi rumit, membantu riset sains, dan untuk proyek-proyek keamanan nasional.

Exascale

Diharapkan mesin itu bisa menganalisa data cuaca secara lebih akurat atau membantu dalam diagnosa kanker dengan analisa foto-foto sinar X.

Situs Gedung Putih menyebutkan, mesin superkomputer itu bisa membantu simulasi turbulensi bagi peneliti NASA, yang bisa membantu mereka merancang pesawat yang lebih efisien tanpa perlu pengujian terowongan angin berulang-ulang.

Komputer dalam skala itu disebut mesin exascale.

Richard Kenway dari University of Edinburgh mengatakan rencana ini “sangat tepat” dalam hal strategi, menyatukan pengembangan perangkat keras baru dan juga meningkatkan analisis data besar.

Dia menjelaskan komputer itu bisa membantu pengembangan obat-obatan individual, disesuaikan dengan kebutuhan setiap orang.

“Tantangan nyata dalam pengobatan presisi adalah untuk tak lagi sekadar merancang obat bisa dan mulai merancang obat bagi perorangan karena anda bisa mengetahui genom dan gaya hidup mereka,” katanya.

Komputer itu juga bisa bermanfaat dalam pemodelan iklim jangka panjang, kata Mark Parsons dari Edinburgh Paralel Computing Centre (EPCC).

Saat ini, para ilmuwan iklim berusaha memprediksi perkembangan iklim bumi pada tahun-tahun mendatang, namun akurasi prediksi ini sangat terbatas.

Rekening listrik

Superkomputer tercepat saat ini, Tianhe-2 di Pusat Komputer Nasional di Guangzhou, Cina, bekerja dengan kecepatan 33,86 petaflops (quadrillions dari kalkulasi per detik), hampir dua kali lebih cepat dibandingkan mesin tercepat kedua, yang berada di AS.

Kenway dan Parsons mengatakan tantangan dalam pembangunan komputer exascale tidak sepele dan butuh bertahun-tahun penelitian dan pengembangan.

Salah satu hambatan terbesar, menurut Parsons, adalah kebutuhan membuat komponen komputer jauh lebih efisien. Bahkan dengan itu pun listrik yang akan digunakkan juga masih sangat besar.

“Saya memperkirakan target mereka sekitar 60 megawat,” katanya. “Itu harganya setidaknya £60 juta (1,2 triliun rupiah) per tahun hanya untuk rekening listrik.”

Upaya pembangunan komputer exascale memang bukan hal baru.

Baru-baru ini, IBM, Netherlands Institute for Radio Astronomy (ASTRON) dan University of Groningen mengumumkan rencana membangun superkomputer untuk menganalisis data dari proyek teleskop radio Square Kilometer Array (SKA).

SKA akan dibangun di Australia dan Afrika Selatan pada awal 2020an.(BBC/ARUM)

 

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply