Apotik Kimia Farma Amurang Disorot

Amurang,- Apotik kimia Farma yang terletak di pusat Kota Amurang dinilai cenderung menyusahkan pelanggan bahkan merugikan pasien. Hal ini terlihat dari lalainya petugas apotik dan mahalnya obat yang dijual, jauh melampai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Hal ini seperti terjadi, Selasa (1/3/2022) siang, dimana apotik ditutup semenjak sehari sebelumnya karena libur Nasional. Dan di depan apotik terpampang tulisan jam operasional apotik buka jam 11.00 dan tutup jam 19.00 karena ada disinfektan Apotik. Tapi nyatanya, apotik sampai jam 11.00 belum dibuka dan pelanggan yg membawa resep obat belum terlayani, padahal pasien sudah menunggu untuk mengkonsumsi obat yang akan dibeli.

“Saya dari jam sembilan pagi disini, tapi sabar menunggu karena katanya jam 11 buka. Tapi saat ini sudah jam sebelas belum dibuka, padahal obatnya harus diminum pasien,” ujar Audy R, yang diiakan pengunjung lainnya yg hendak membeli obat.

Parahnya lagi, Apotik Kimia Farma Amurang, menjual obat yang melampai Harga Eceran Tertinggi (HET). “Saya berkali-kali membeli obat tapi ternyata setiap kali di perhatikan, harga obatnya tidak sesuai harga eceran tertinggi. Saya merasa dirigikan,” ungkap Marchel T.

Sementara Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulawesi Utara, Jerffrey Sorongan mengecam pihak apotik Kimia Farma Amurang, dan mengatakan siap mengawal ke proses hukum jika ada keluhan publik.

“Kami menyayangkan kelalaian pihak apotik Kimia Farma dan penjualan obat yang melampaui HET. Tentunya pihak yang menjual obat di atas harga yang sebenarnya bisa dijerat dengan UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yaitu pasal 62 ayat 1. Sanksinya berupa pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar. Aparat penegak hukum bisa melakukan sidak tentunya,” tandas Sorongan.

“Kami siap mengawal dan melakukan pendampingan bagi siapa saja yang menjadi korban pihak Apotik,” pungkasnya lagi. (Red)

Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.