Didominasi ABK Stateless,Pemilik Pamboat di Sagihe Mulai Ramai Urus SLO

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Kelautan dan Perikanan Sangihe, Johanes Medea

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Kelautan dan Perikanan Sangihe, Johanes Medea

TAHUNA,Suarasulutnews.co.id-Menyusul semakin ketatnya pengawasan kegiatan perikanan di Kabupaten Sangihe, para pemilik pamboat (Perahu ikan) kini ramai-ramai mulai melakukan pengurusan Surat Layak Operasi (SLO).

Hal ini dibenarkan Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawasan Kelautan dan Perikanan Sangihe, Johanes Medea, Rabu (29/07).

Dijelaskan, mulai ramainya pengurusan SLO di kantor Satker tersebut, tak lain karena segera akan diberlakukannya aturan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bagi perahu nelayan, dimana nelayan bersangkutan wajib menunjukkan SLO saat membeli BBM di SPBU.

Yang menarik, dari sekitar 34 pamboat yang melakukan pengurusa awal SLO, awak pamboat atau nelayan pekerjannya masih didominasi nelayan yang berstatus stateless atau nelayan yang tak jelas status kewarganegaraannya, yakni berjumlah 256 orang.

”Kalau soal nelayan stateless kami tak mau ambil resiko untuk mengeluarkan SLO, karena bisa saja mereka mengaku stateless tapi sebetulnya mereka justru warga asing yang punya dokumen namun tak ditunjukkan guna menghindari berbagai persyaratan maupun konsekwensi anggaran,”kata Medea.

Terkait mulai ramai pengurusan SLO, pihaknya kata Medea juga tak tinggal ditempat dan nyaris setiap hari harus turun lapangan hingga ke kampung dan pulau guna melakukan pemeriksaan sekaligus verifikasi keberadaan pamboat yang telah mengajukkan pengurusan SLO.

”Untuk mengurusan SLO kami tak main-main, hingga kami harus turun lapangan untuk memastikan apakah pamboat benar-benar sesuai dengan persyaratannya,”ungkapnya.

Sementara disentil mulai menghilangnya sejumlah pambaot asal Philipina yang biasanya berlabuh di teluk Tahuna, menurutnya sebagian telah pulang ke negara mereka karena takut mengambil resiko tertangkap sedang melaut.

”Pamboat asing sudah tak leluasa lagi karena sebagian besar tak memiliki SLO dan kami dapat info sebagian sudah pulang karena mereka akan langsung ditangkap ketika melaut tanpa SLO, termasuk mereka juga sulit mendapatkan BBM jika tak ada SLO,”jelas Medea.(fb)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.